Akses Bukan Halangan Bagi Warga Kampung Naga Untuk Hidup Mapan

Akses Bukan Halangan Bagi Warga Kampung Naga Untuk Hidup Mapan

3315
0
SHARE
hidup mapan

Siapa pun bisa mencapai hidup mapan asal memiliki keinginan dan usaha yang kuat untuk menggapainya. Termasuk mereka yang memiliki akses sulit. Beberapa waktu lalu saya berkenalan dengan Ketua Arisan Mapan yang berasal dari Kampung Naga.

Sebelum mengenalkan teman baru, saya ingin sedikit bercerita dulu tentang Kampung Naga. Kampung Naga terletak di salah satu kecamatan di Tasikmalaya dengan lokasi sekitar 30 km dari kota Tasikmalaya dengan akses terdekat ke pasar adalah dari Singaparna. Kampung Naga terbagi menjadi Kampung Naga Dalam dan Kampung Naga Luar.

Kampung Naga Dalam merupakan perkampungan adat dimana masyarakatnya masih menjunjung tinggi adat istiadat peninggalan leluhurnya. Sedangkan Kampung Naga Luar, penduduknya sudah mulai terbuka dengan peradaban modern.

Teman saya yang satu ini merupakan warga Kampung Naga Luar, namanya Rida. Rida pertama kali mengenal Arisan Mapan dari teman kakaknya yang telah lebih dulu mengajak kakaknya jadi Ketua Arisan Mapan di Singaparna. Pertama kali bergabung Arisan Mapan Rida masih menjadi anggota kelompok arisan kakaknya, dan saat itu pula lah pertama kalinya Arisan Mapan masuk ke Kampung Naga.

hidup mapan
Rida, Ketua Arisan Mapan, Kampung Naga – Tasikmalaya

“Tapi pada saat itu yang ikut arisan hanya 5 orang dari keluarga saya dulu. Soalnya Arisan Mapan masih baru dan orang di sini banyak yang belum berminat. Di bulan September, ada 21 orang yang pengen ikut daftar jadi anggota arisan. Namun waktu itu saya arahkan mereka untuk jadi anggota kakak saya dulu, karena di rumah hanya ada satu telepon genggam yang sering dibawa suami bekerja. Takutnya kalau Tim Antar Mapan datang, bingung karena belum tahu tempatnya,” jelas Rida.

Barulah di bulan Oktober 2016 Rida resmi menjadi Ketua Arisan Mapan dan sudah punya 3 kelompok dengan total 20 anggota arisan. Saat ini sudah banyak warga Kampung Naga yang berminat ikut Arisan Mapan, karena menurut Rida harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan harga kreditan dan lebih aman dibandingkan dengan beli online.

Sebelum mengenal Arisan Mapan, warga Kampung Naga biasanya membeli barang kebutuhan rumah tangga lewat tukang kredit yang datang. Ada juga tetangganya Rida yang pernah beli barang lewat online, tapi ternyata barangnya tidak sesuai pesanan.

“Ketika pertama kali ikut Arisan Mapan, saya awalnya coba lihat dulu apakah barang yang datang sesuai dengan pesanan atau tidak, ternyata sesuai, dan bayarnya juga langsung sama Tim Antar Mapan jadi lebih aman. Alhamdulillah saya tidak begitu mengalami kesulitan saat mengajak orang-orang di Kampung Naga karena kita sudah saling kenal,” tuturnya.

Awalnya banyak warga Kampung Naga yang tidak terbiasa dengan sistem arisan, dimana pemenangnya ditentukan lewat sistem kocokan otomatis. “Setelah saya jelasin kalau di Arisan Mapan kita bisa beli barang dengan cara dicicil, mereka akhirnya banyak yang berminat. Kita bisa tetap beli barang impian, biaya sekolah anak masih bisa dibayar,” jelas Rida.

Beberapa anggota arisan Rida juga ada yang dari Kampung Naga dalam lho! Tapi, karena di Kampung Naga Dalam tidak ada listrik, maka barang yang ditawarkan pun hanya barang-barang khusus seperti lemari, handuk, atau peralatan rumah tangga lain yang tak perlu listrik.

“Ada banyak hal yang saya suka dari Arisan Mapan. Selain bisa dapet komisi sebagai Ketua Arisan, beli barang di Arisan Mapan itu harganya terjangkau dan bisa dicicil, jadi saya dan warga di sini nggak cuma bisa beli barang impian, tapi juga bisa sekalian belajar nabung dan bersama-sama mencapai hidup mapan.”

Proses untuk mencapai hidup mapan memang tidak bisa didapat secara instant, diperlukan kesabaran dan semangat yang tinggi untuk menggapainya. Mau hidup lebih mapan? Yuk, daftar jadi Ketua Arisan Mapan di sini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY